Opini

Hakikat Malaikat, Iblis, Manusia, Jin dan Setan

Oleh Ahmad Thib Raya

Tulisan saya kali dengan mengangkat tema ini adalah untuk memberi jawaban atau penjelasan atas pertanyaan dari kawan-kawan FB dari tulisan saya kemarin tentang “Pengaruh Syetan dalam Menyesatkan Hati Manusia” muncul beberapa pertanyaan dari kawan-kawan FB. Ada yang bertanya: “Apa beda antara Iblis dan syetan?” Ada pula yang bertanya: “Apa hubungannya iblis dan setan bi? Apakah mereka punya hubungan yang erat, lalu saya sering mendengar iblis itu rajanya setan, itu maksudnya bagaiamana? Sedangkan setan itukan sifat,, sedang iblis itu makhluk dari golongan jin, pertanyaan ini sering ditanyakan murid murid saya dalam materi perbedaan, jin, iblis dan setan.. Terima kasih .. Mohon pencerahannya.”

Malaikat, iblis, manusia, jin, dan syetan adalah makhluk yang diciptaan oleh Allah swt. Kata “malaikat” (ملائكة) adalah bentuk jamak dari kata “malakun” (ملك). Malaikat adalah sekelompok makhluk yang berjisim (berwujud), yang diciptakan oleh Allah dari nur. Mereka semuanya merupakan pesuruh Allah yang memiliki tugas-tugas tertentu. Pimpinan mereka adalah Jibril a.s. yang membawa wahyu kepada Rasulullah. Semua malaikat taat kepada Allah, melaksanakan semua yang diperintahkan Allah dan meninggalkan semua larangan Allah. Mereka makhluk yang suci, yang tidak pernah berbuat dosa kepada Allah. Kerjanya hanya taat dan menyembah kepada Allah.

Kata “iblis” (إبليس) adalah bentuk tunggal yang memiliki dua bentuk jamak, yaitu “abaalisah” (أبالسة) dan abaaliys (أباليس). Iblis adalah makhluk yang berjisim yang diciptakan Allah dari api. Pada mulanya iblis itu tinggal di surga bersama para malaikat dan Adam dan Hawa. Kemudian dikeluarkan/diusir oleh Allah dari surga karena membangkang dari perintah Allah untuk bersujud kepada Adam beberapa saat setelah Allah menciptakan Adam. Iblis artinya suatu makhluk yang memliki sifat buruk.

Ketika iblis hendak meninggalkan surga, dia mengajukan syarat kepada Allah, baru dia mau keluar. Pertama: dia minta dipanjangkan umurnya hingga hari kiamat dan kedua dia memminta kepada Allah untuk dapat senantiasa menggoda dan menjerumuskan manusia (anak Adam dan Hawa) ke jalan yang tidak benar. Allah lalu mengabulkan permintaannya, dan iblis pun keluar. Hingga sekarang iblis masih hidup dan selalu menggoda manusia hingga akhir zaman. Sifatnya buruk dan kerjanya hanya menyesatkan manusia dari jalan Allah.

Siapakah iblis itu, apakah dia dari golongan malaikat atau dari golongan jin. Ada dua pendapat mengenai hal ini. Pendapat pertama menyatakan bahwa tadinya dia adalah kelompok malaikat yang karena membangkan atas perintah Allah lalu dinamai iblis dan keluar dari kelompok malaikat. Pendapat kedua menyatakan bahwa iblis itu adalah bapak atau ayah dari jin yang hingga sekarang masih hidup. yang berpendapat bahwa iblis itu adalah bapak atau ayah jin dan ada pula yang berpendapat bahwa iblis adalah salah satu dari malaikat, yang kemudian karena membangkang atas perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. lalu dia disebut iblis.

Kata “manusia” merupakan terjemahan dari kata insun (إنس), insaan (إنسان) juga adalah sekelompok mahluk Allah yang berwujud, sebagaimana malaikat dan iblis. Sebutan lain dari manusia di dalam Al-Qur’an adalah basyar (بشر), banuu Adam (بنو آدم = anak-anak/cucu Adam), dan dzurriyyatu Adam (ذرية آدم = keturunan Adam). Ayah semua manusia adalah Adam, dan ibu dari semua manusia adalah Hawa. Adam diciptakan dari tanah, sedangkan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, menurut satu pendapat, dan dari diri yang satu (nafsin waahidah = نفس واحدة) menurut pendapat kedua. Saya setuju dengan pendapat pertama.

Manusia dibekali oleh Allah dengan akal, hati, dan nafsu. Ada dua potensi nafsu yang diberikan oleh Allah kepada manusia, yaitu potensi baik (taqwaaha = تقواها) dan potensi buruk (فجورها). Dengan kedua potensi yang dimilikinya itu, manusia dapat berbuat baik dan dapat pula berbuat buruk. Tidak ada manusia yang suci dari kesalahan, tidak pernah berdosa, dan tidak ada pula manusia yang kosong dari kebaikan, tidak punya kebaikan.

Agar tulisan ini tidak terlalu panjang, besok masih akan saya uraikan lanjutannya. Selamat membaca.

Semoga uraian ini dapat menambah wawasan kita. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab. Bintaro-Tangerang Selatan-Hotel Aviary, Selasa pagi, tanggal 27 Maret 2018

– Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarf Hidayatullah Jakarta

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close