Berita

Ini Pernyataan Resmi Yudi Latif Soal Gaji BPIP

Temen-temen semua, tentang gaji Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menjadi isu publik, sejauh ini saya sengaja menahan diri untuk tidak memberi pernyataan. Berhubung banyak wartawan yang meminta interview, baiklah saya berikan keterangan sejauh bisa saya jelaskan.

Memang benar, publik berhak mempertanyakan itu. Itu cerminan warga yang peduli.

Tapi percayalah, banyak orang tua terhormat di dewan pengarah yang tidak menuntut soal gaji. Mereka pun menjadi “korban”. Jadi, tak patut mendapat cemooh.

Begitupun di jajaran pelaksana yang saya pimpin, tak ada yang menghiraukan soal besaran gaji. Saya sebagai Kepala BPIP, misalnya, menurut Perpres tentang BPIP posisinya setingkat dengan menteri, sebagaimana Ketua Dewan Pengarah. Nyatanya diberi gaji yang berbeda. Tapi, berapa pun saya terima saja.

Pertanyaannya, apakah Dewan Pengarah pantas menerima gaji sebesar itu? Silakan publik menilainya.

Yang jadi kepedulian saya justru hajat hidup pegawai BPIP (Pengarah, Kepala BPIP dan tenaga ahli), yang setelah hampir setahun bekerja belum menerima hak keuangan. Hal ini telah membuat banyak tenaga ahli dirundung malang, seperti kesulitan mencicil rumah dan biaya sekolah anaknya.

Belum lagi soal dukungan anggaran terhadap lembaga ini yang sangat minim. Pada tahun 2017, lembaga ini cuma mengeluarkan sekitar 7 milyar. Pada tahun 2018, anggaran belum turun. Padahal untuk acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1Juni yang akan datang, pembiayaannya ditimpakan ke BPIP. Kok bisa?

Pertanyaannya, ada apa di balik ini semua? Saya pun tidak mengerti. Karena tidak mengerti mohon maaf tidak bisa memberi keterangan.

Terima kasih.
Salam takzim
Yudi Latif

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close